Administrasi Server Jaringan : Prinsip Kerja Jaringan Client Server

Administrasi Server Jaringan : Prinsip Kerja Jaringan Client Server

 

Rizqi Amalia Mardhatillah

XII TKJ

ASJ (Administrasi Server Jaringan)

Selamet Hariadi

Kedua tanggal 30 Agustus 2014

 

ABSTRAK :

  1. Type jaringan ada tiga macam, yaitu Peer to Peer, Client Server (Server Based) dan Hybrid.
  2. Untuk type jaringan peer to peer antara computer bisa bertindak sebagai client maupun server.
  3. Type jaringan client server adalah type jaringan yang di dalamnya terdapat client dan juga server (sebagai pusat).
  4. Type jaringan hybrit adalah gabungan dari type jaringan peer to peer dan client server.
  5. Arsitektur client server adal dua macam, yakni two tier architecture dan three tier architecture.
  6. DBMS (Database Management Service) adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data (Database) dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna (user).
  7. Internet merupakan contoh jaringan terbesar yang menghubungkan jutaan komputer yang tersebar di seluruh penjuru dunia dan tak terikat pada satu organisasipun.
  8. WWW (World Wide Web) Sistem pengaksesan informasi dalam Internet yang paling terkenal dan biasa dikenal dengan istilah Web.
  9. E- Business adalah teknologi Internet untuk menghubungkan dan memperkuat proses-proses bisnis, perdagangan elektronis (electronic commerce atau e-commerce), dan komunikasi serta kolaborasi antar sebuah perusahaan dengan para pelanggan, pemasok, dan mitra kerja bisnis elektronis lainnya (O’Brien).
  10. E- Commerce adalah aplikasi perdagangan elektronis digunakan untuk mendukung kegiatan pembelian dan penjualan, pemasaran produk, jasa, dan informasi melalui Internet
  11. Aplikasi Web dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu Web Statis dan Web Dinamis.

KATA KUNCI: Administrasi Server Jaringan, Peer to Peer, Client Server, Hybrit, DBMS (Database Management Service), Internet, WWW (World Wide Web), E-Busisiness, E-Commerce, Web statis, web dinamis.

 

 

 

  1. Tipe – Tipe Jaringan

Dalam jaringan terdapat tiga buah peran yang dijalankan, diantaranya:

  • Client: perannya hanya sebatas pengguna tetapi tidak menyediakan sumber daya (sharing), informasi, dan lain – lain.
  • Peer: client yang menyediakan sumber daya untuk dibagi kepada client lain sekaligus memakai sumber daya yang tersedia pada client yang lain (peer to peer).
  • Server: menyediakan sumber daya secara maksimal untuk digunakan oleh client, tetapi tidak memakai sumber daya yang disediakan oleh client.

Adapun tipe – tipe jaringan berdasarkan fungsinya adalah sebagai berikut.

  • Jaringan Berbasis Server (Client – Server)

ASJ 2

Jaringan berbasis server (Client – Server) merupakan server didalam sebuah jaringan yang menyediakan mekanisme pengamanan dan pengelolaan jaringan tersebut. Jaringan ini terdiri atas banyak client dari satu atau lebih server. Client juga biasa disebut front-end meminta layanan seperti penyimpanan dan pencetakan data ke printer jaringan, sedangkan server yang sering disebut back-end menyampaikan permintaan tersebut ketujuan yang tepat.

Jaringan berbasis client server memiliki beberapa karakteristik, diantaranya:

  • Server merupakan kunci utama
  • Akses kontrol bersifat Centralized
  • Menggunakan processor yang cepat
  • Memory yang besar
  • Extra peripherals

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa keuntungan jaringan client server adalah:

–          Media penyimpanan data yang terpusat memungkinkan semua user menyimpan dan menggunakan data di server dan memberikan kemudahan melakukan backup data disaat kritis. Pemeliharaan data juga lebih mudah karena data tidak tersebar dibeberapa komputer.

–          Kemampuan server untuk menyatukan media penyimpanan di suatu tempat akan menekan biaya pembangunan jaringan. Server yang telah di optimalkan membuat jaringan peer-to-peer. Membebaskan user dari pekerjaan mengelola jaringan.

–          Kemudahan mengatur jumlah pengguna yang banyak. Kemampuan unutk sharing peralatan mahal seperti printer laser. Mengurangi masalah keamanan karena pengguna harus memasukan password untuk setiap peralatan jaringan yang akan digunakan.

  • Jaringan Peer-To-Peer

peer

Setiap komputer di dalam jaringan peer-to-peer mempunyai fungsi yang sama dan dapat berkomunikasi dengan jomputer lain yang telah memberi izin. Jadi, secara sederhana setiap komputer pada jaringan peer berfungsi sebagai client dan server sekaligus. Jaringan peer digunakan di sebuah kantor kecil dengan jumlah komputer sedikit, dibawah sepuluh workstation.

Jaringan berbasis peer to peer memiliki beberapa karakteristik, diantaranya:

  • No centralized control
  • Keduanya bertindak sebagai client & server
  • Akses kontrol User ke mesin
  • Institutionalized chaos & security concerns
  • Penambahan mesin akan melemahkan kerja jaringan

Keuntungan menggunakan jaringan peer to peer adalah sebagai berikut.

–          Tidak memerlukan investasi tambahan untuk membeli hardware dan software server.

–          Tidak diperlukan seorang network administrator dan setupnya mudah serta meminta biaya yang murah.

Kerugian menggunakan jaringan peer adalah sebagai berikut.

–          Sharing sumber daya pada suatu komputer di dalam jaringan akan sangat membebani komputer tersebut.

–          Masalah lain adalah kesulitan dalam mengatur file–file. User harus menangani komputer sendiri jika ditemui masalah keamanan sangat lemah.

  • Jaringan Hybrid

Jaringan hybrid memiliki semua yang terdapat pada tiga tipe jaringan di atas. Ini berarti pengguna dalam jaringan dapat mengakses sumber daya yang dishare oleh jaringan peer, sedangkan diwaktu bersamaan juga dapat memanfaatkan sumber daya yang disediakan oleh server. Adapun keuntungan jaringan hybrid adalah sama keuntungan menggunakan jaringan berbasis server dan berbais peer. Jaringan hybrid memiliki kekurangan seperti pada jaringan berbasis server.

  1. Arsitektur Jaringan Client Server

arsitektuk

1. Two tier Arsitektur

  • Server mengirim data dan client mengakses data (server sangat dominan)
  • Keuntungan : kesederhanaan dan kompatibilitas

2. Three tier Arsitektur

  • Direpresentasikan dengan host, server dan client
  • Server berperan sebagai penengah dengan mengirim aturan bisnis/prosedur
  • Keuntungan : basis data disimpan dlm host dan biaya pembangunan jaringan bisa disesuaikan dan dioptimalisasi

 

  1. Interaksi Client-Server

Interaksi antara client dan server selama pemrosesan query SQL adalah sebagai berikut :

  • Client melakukan parsing query pemakai dan memecahnya ke dalam sejumlah query independent untuk setiap tempat. Setiap query terseut dikirim ke server yang sesuai.
  • Setiap server memproses query lokal dan mengirim relasi hasil ke client.
  • Client mengkombinasikan hasil sub query dari query asal yang dikirim.
  1. DBMS (Database Management Service)

DBMS (Database Management Service) adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data (Database) dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna (user). Contoh dari perangkat lunak DBMS adlah Microsoft Acces, MySQL, Microsoft SQL Server, PostgreSQL, Oracle, Informix, Sybase, DB2 Interbase dan lain lain. Berikut adalah contoh interaksi antara client dengan server menggunakan DBMS :

dbms

  1. Internet

Internet merupakan contoh jaringan terbesar yang menghubungkan jutaan komputer yang tersebar di seluruh penjuru dunia dan tak terikat pada satu organisasipun dengan kata lain siapa saja dapat bergabung pada Internet. Dengan menggunakan jaringan ini, sebuah organisasi dapat melakukan pertukaran informasi secara internal ataupun melakukan pertukaran informasi secara eksternal dengan organisasi-organisasi yang lain.

  1. WWW (World Wide Web)

WWW (World Wide Web) adalah sistem pengaksesan informasi dalam Internet yang paling terkenal dan biasa dikenal dengan istilah web dengan menggunakan protokol yang disebut HTTP (HyperText Transfer Protocol) dan penulisan dokumen web yang ditulis dalam format HTML (HyperText Markup Language). Dokumen ini diletakkan dalam Web server dan diakses oleh klien (Pengakses informasi) melalui perangkat lunak yang disebut Web browser atau sering disebut browser saja

  1. E- Bussiness

E- business adalah penggunaan teknologi Internet untuk menghubungkan dan memperkuat proses-proses bisnis, perdagangan elektronis (electronic commerce atau e-commerce), dan komunikasi serta kolaborasi antar sebuah perusahaan dengan para pelanggan, pemasok, dan mitra kerja bisnis elektronis lainnya (O’Brien).

  1. Aplikasi Komunikasi dan Kolaborasi Perusahaan

Digunakan untuk mendukung komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi para anggota tim bisnis dalam perusahaan. Contoh, para pegawai dan konsultan yang terlibat dalam sebuah proyek bisa menggunakan jaringan Internet, Intranet, atau bahkan Extranet untuk saling berkomunikasi.

Beberapa komponen pendukung dari Aplikasi Komunikasi dan Kolaborasi Perusahaan adalah e-mail, v-mail, forum diskusi, sistem chat, konferensi suara dan video, sistem pertemuan elektronis.

  1. Aplikasi Bisnis Internal

Digunakan untuk mendukung kegiatan, proses, dan operasi bisnis yang bersifat internal bagi perusahaan . Contohnya adalah, pemrosesan transaksi internal, enterprise information portal dan sistem pendukung manajemen.

10.E-Commerce

E-Commerce adalah aplikasi perdagangan elektronis digunakan untuk mendukung kegiatan pembelian dan penjualan, pemasaran produk, jasa, dan informasi melalui Internet. Contoh penerapannya adalah Electronic Funds Transfer (EFT), Lelang online dan lain lain.

E-commerce dibagi menjadi dua jenis, yaitu B2B (Business-to-Business) dan B2C (Business-to-Consumer).

  • Point dari e- Commerce B2B (Business-to-Business)
  1. Menyatakan penjualan produk atau jasa yang melibatkan antarperusahaan dan dilakukan dengan sistem otomasi
  2. Umumnya perusahaan yang terlibat adalah pemasok, distributor, pabrik, tokok, dan lain-lain
  3. Kebanyakan transaksi berlangsung secara langsung antara dua sistem
  4. Keuntungan B2B, jika dikerjakan dengan benar, dapat menghemat biaya, meningkatkan pendapatan, memberikan pengiriman yang lebih cepat, mengurangi biaya administrasi, dan meningkatkan layanan kepada pelanggan (Karper dan Ellis)
  • Point dari e- Commerce B2C (Business-to-Consumer)
  1. Melibatkan interaksi dan transaksi antara sebuah perusahaan dengan para pelanggan
  2. Keunggulan B2C dibandingkan dengan penjualan konvensional melalui toko fisik adalah memungkinkan layanan selama 24 jam

11. Aplikasi Web

Aplikasi web dibagi menjadi dua macam, diantaranya adalah:

  • Web Statis

Web statis dibentuk dengan menggunakan HTML saja . Kekurangan Web statis terletak pada keharusan untuk memelihara halaman Web secara terus-menerus setiap ada perubahan informasi. Prinsip kerja dari web ini adalah :

  1. Browser meminta sebuah halaman ke suatu situs
  2. Permintaan diterima oleh Web server (server yang bertanggung jawab melayani permintaan browser)
  3. Web server segera mengirimkan halaman HTML yang diminta ke klien)
  4. Browser pada klien segera menampilkan dokumen HTML berdasarkan kode-kode yang terdapat pada HTML
  • Web Dinamis

Pengertian Web dinamis terkadang diartikan sebagai halaman Web yang dilengkapi dengan gambar-gambar bergerak. Isi halaman web ini bersifat dinamis, dapat mengikuti perubahan isi database. Web dinamis dapat digunakan untuk membentuk aplikasi interaktif, yang memungkinkan pemakai tak hanya memperoleh informasi terkini tetapi juga dapat melakukan perubahan data, misalnya untuk pengisian KRS, perubahan data pribadi, pengisian berita baru dan lain lain. Prinsip kerja dari web ini seperti pada gambar di bawah ini.

Untuk membuat web berbasis dinamis, maka harus menggunakan teknologi tertentu yakni Teknologi pada sisi klien (client-side technology) dan Teknologi pada sisi server (server-side technology). Contoh teknologi pada sisi klien adalah Kontrol Active X,Java applet, Client-side script (JavaScript dan VBScript) dan DHTML (CSS / Cascading Style Sheets). Dan contoh teknologi dari sisi server adalah CGI, FastCGI, Proprietary Web Server API (ISAPI dan NSAPI), Active Server Pages (ASP), Java Server Pages (JSP) dan Java Servlets, Server-side JavaScript dan PHP.

 

 

SUMBER :

Pertemuan pembelajaran tanggal 30 agustus 2014

http://infokomputermudah.blogspot.com/2013/05/tipe-tipe-jaringan.html

 

 

One thought on “Administrasi Server Jaringan : Prinsip Kerja Jaringan Client Server

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s